INFO BEASISWA

Sunday, December 9, 2012

Bapak, Ibu Guru, Ayo Raih Beasiswa ke Jepang Ini!

KOMPAS.com - Anda adalah seorang guru dan ingin sekali mengecap pelatihan pendidikan di Jepang? Beasiswa ini pantas untuk dikejar.

Pemerintah Jepang kembali membuka kesempatan untuk mengikuti Program Penataran Guru melalui beasiswa Monbukagakusho 2013. Penerima beasiswa ini akan mengikuti program penataran non-gelar selama 1 tahun terhitung mulai dari Oktober 2013.

Syaratnya, kandidat haruslah lulusan S-1 atau D-4 yang mengajar secara aktif di SD, SMP atau SMA/SMK, baik sekolah negeri maupun swasta, paling tidak selama lima tahun pada tanggal 1 April 2013. Kandidat juga harus berusia di bawah 35 tahun pada tanggal tersebut.

Kandidat juga harus bersedia belajar bahasa Jepang karena program beasiswa ini juga meliputi pelatihan bahasa Jepang selama 6 bulan. 

Program pelatihan yang ditawarkan meliputi semua bidang kecuali Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengajaran di setiap bidang. 

Oleh karena itu, dalam pelatihan, para penerima beasiswa akan diberikan pelatihan cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru. 

Penerima beasiswa akan menerima tiket kelas ekonomi pulang pergi Jakarta - Tokyo, bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran, tunjangan bulanan sebesar 150.000 yen per bulan serta kesempatan untuk tinggal di asrama, namun pembiayaannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.

Jika berminat, proses mengajukan aplikasi bisa dilihat di laman resmi beasiswa Monbukagakusho. Pendaftaran ditutup pada tanggal 25 Januari 2013. Informasi selanjutnya bisa ditanyakan dengan mengirimkan email ke beasiswa@dj.mofa.go.jp, atau dengan menghubungi 021 – 3192 4308 ext. 175 atau 176.

Penemuan Senyawa Kimia “Cool Blue” Efisiensi Energi Ramah Lingkungan



Penemuan Cool Blue secara tidak sengaja ditemukan team ilmuwan dari Oregon State University, seperti yang dirilis dalam website resmi mereka “New Compound Could Become ‘Cool Blue’ for Energy Efficiency in Buildings”. Penemuan ini nampaknya telah mengungkapkan sebuah pencarian yang selama beberapa tahun telah menyerap energi dan tenaga orang – orang Mesir kuno, Dinasti Han dari Cina, dan kebudayaan suku Maya tentang pigmen biru yang mendekati sempurna.

STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR (2)

Wednesday, December 5, 2012
SK dan KD untuk Mata Pelajaran Kimia untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)/Madrasah Aliyah (MA)

Kelas X, Semester 1
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1.    Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia
1.1   Memahami struktur atom berdasarkan teori atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron
1.2   Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan koordinasi, dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk


2.    Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan kimia (stoikiometri)
2.1   Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana serta persamaan reaksinya
2.2   Membuktikan dan mengkomunikasikan  berlakunya hukum-hukum dasar kimia melalui percobaan serta menerapkan konsep mol dalam menyelesaikan perhitungan kimia



Salju Himalaya akan Mengerut Hampir 10 Persen, Bahkan Jika Suhu Tidak Berubah

Selasa, 20 November 2012 - Biarpun hujan, cerah, salju, sebagian salju Himalaya tetap terus mengerut selama bertahun-tahun ke depan.






PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

REPUBLIK INDONESIA


NOMOR    22 TAHUN 2006
                                               

TENTANG


STANDAR ISI
UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang  :  bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 8 ayat (3), Pasal 10 ayat (3),  Pasal 11 ayat (4), Pasal 12 ayat (2), dan Pasal 18 ayat (3)  Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

Mengingat   : 1.  Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2.    Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
3.    Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementrian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;

4.    Keputusan Presiden  Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir  dengan Keputusan Presiden  Nomor 20/P Tahun 2005;
Memperhatikan :  Surat Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0141/BSNP/III/2006 tanggal 13 Maret 2006 dan Nomor 0212/BSNP/V/2006 tanggal 2 Mei;
                                                MEMUTUSKAN:

Menetapkan      :    PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR ISI UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.

Pasal 1

(1) Standar Isi untuk satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi  minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.

(2) Standar Isi  sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran  Peraturan Menteri ini.

Pasal 2

Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.



Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal  23 Mei 2006

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO
Tuesday, December 4, 2012

Resume of School-based Assessment of Chemistry Practical Work: Exploring Some Directions for Improvement

Saat ini asesmen berbasis sekolah secara luas diyakini dapat menghindarkan kelemahan dari suatu sekolah. Hal ini juga mempengaruhi sistem penilaian di Hongkong yang diwujudkan dengan adanya pemberlakuan Skema Penilaian Guru (Teacher Assessment Scheme/TAS) terutama untuk mata pelajaran kimia di tingkat lanjutan. Menurut penelitian, implementasi TAS di Hongkong menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi guru kimia. Kekhawatiran tersebut dikumpilkan melalui angket/kuesioner. Berdasarkan 10 poin tertinggi yang dikemukakan 372 guru di Hongkong, beberapa petunjuk dalam TAS untuk meningkatkan sistem penilaian dirasa perlu didiskusikan.

KOMPARASI TEORI BELAJAR IVAN PAVLOV DAN GAGNE

Komparasi
Ivan Pavlov
Gagne
Sifat
Behavioristik
Behavioristik dan Kognitivistik
Sifat belajar
Tidak alami
Tidak alami
Stimulus
Ada; stimulus yang dikondisikan ataupun yang tidak dikondisikan
Ada; stimulus terkondisi
Faktor internal
-
Adanya kesipan pada diri siswa
Faktor eksternal
CS, atau Conditional Stimuly yang sengaja dibentuk
Situasi belajar dan penyajian stimuli yang sengaja dibentuk oleh guru
Proses
Ada 4 proses:
   1.Bila stimulus yang tidak dikondisikan diberikan, maka akan memberikan respon yang tidak terkendali
   2.Bila respon tak terkendali diberikan bersamaan dengan stimulus yang dikondisikan maka haslnya respon tak terkendali tetap muncul yang didampingi oleh respon yang dikondisikan
   3.Bila kondisi poin (2) terus berlangsung, maka akan memebrikan hasil respon yang terkendali lebih dominan
   4.Bila kondisi poin (3) dilakukan terus menerus maka yang akan muncul hanya respon terkendali
Proses teori ini berdasarkan teori proses informasi. Dimana pada proses input siswa telah mempersiapkan diri. Pada proses yang berlangsung diberikan stimulus yang dengan sengaja dikendalikan, sehingga output nantinya merupakan output yang diinginkan. Di sini tidak dikenal stimulus tak terkendali dan respon tak terkendali.

Keterangan: Yang berwarna ungu adalah persamaan antara teori Ivan Pavlov dan Gagne.

by. Admin